15 tips untuk menjadikan Jaringan computer menjadi lebih aman

portknocking – Setiap tahun, serangan terhadap jaringan siber telah mengakibatkan hilangnya data penting yang merugikan bisnis jutaan.ยน Indeks Risiko Wisatawan 2017 menunjukkan bahwa banyak perusahaan yang disurvei mengkhawatirkan teknologi dan risiko dunia maya.

15 tips untuk menjadikan Jaringan computer menjadi lebih aman – Strategi perlindungan yang agresif dan komprehensif dapat membantu Kamu menghindari serangan eksternal dan menjaga keamanan jaringan Kamu.

Membuat lapisan perlindungan atau pendekatan “pertahanan mendalam” dapat membantu memberikan strategi yang baik guna keamanan jaringan.

Pendekatan ini menggunakan banyak perangkat, produk, dan prosedur daripada menganddalkan satu metode guna menegakkan keamanan.

Berikut 15 Langkah Menuju Agar Jaringan kamu menjadi Lebih Aman dan dapat membantu kamu meningkatkan kestabilan keamanan jaringanmu:

  1. Gunakan Kata Sandi Yang Kuat

Buat kata sandi yang kuat: ini mungkin tampak seperti pernyataan berlebihan yang hampir menjadi klise sekarang.

Namun, ini adalah langkah terpenting menuju keamanan jaringan Kamu.

Terlepas dari instruksi konstan guna membuat kata sandi yang kuat, banyak orang akhirnya memilih kata sandi yang cepat, sederhana, dan mudah diingat guna jaringan mereka.

Jangan menjadi salah satu dari mereka. Terus ubah kata sandi Kamu secara berkala, dan jangan bagikan kata sandi Kamu di jaringan yang Kamu lindungi dengannya.

  1. Cegah Akses Ke Perangkat Eksternal Yang Tidak Dipindai

Banyak data penting yang hilang karena malware yang tanpa sadar kita perkenalkan. Sebagai kebijakan, larang penggunaan perangkat eksternal yang tidak dipindai seperti flash drive, compact disk, atau hard drive eksternal di computer Kamu.

Ini akan mencegah masuknya malware secara tidak sengaja ke dalam sistem Kamu.

Mendidik tenaga kerja Kamu tentang pentingnya melakukan ini akan lebih membantu mengamankan jaringan Kamu.

  1. Buat Jaringan Pribadi Virtual (Vpn)

VPN adalah jaringan virtual aman yang akan membantu Kamu mengamankan jaringan Kamu.

Selain itu, mereka juga memungkinkan Kamu guna mengakses data sensitif Kamu dari jarak jauh dan membaginya dengan pengguna VPN lain yang Kamu percayai.

Lain kali Kamu berada di kafe favorit Kamu, hindari menggunakan jaringan Wi-Fi terbuka mereka guna membagikan data Kamu.

  1. Batasi Akses Berdasarkan Alamat Kontrol Akses Media (MAC)

Batasi akses jaringan ke perangkat terverifikasi milik pengguna milik organisasi Kamu.

Ini dapat dilakukan dengan memfilter dan mengautentikasi alamat MAC tertentu.

Kamu kemudian dapat memberikan akses ke karyawan baru Kamu atau pengguna pihak ketiga mana pun berdasarkan kebutuhan.

Selain itu, login dua faktor akan memastikan bahwa hanya pengguna yang sah yang dapat mengakses jaringan Kamu.

  1. Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Biarkan karyawan Kamu mengetahui bahaya dari akses jaringan yang tidak sah. Mereka harus waspada terhadap email phishing atau situs web berbahaya yang mungkin berisi malware.

Selain itu, departemen TI di perusahaan Kamu harus cepat mengidentifikasi anomali tersebut dan membunyikan alarm sebelum pelanggaran terjadi.

Jika jaringan Kamu adalah jaringan rumahan, mencari bantuan dari profesional TI masih merupakan pilihan yang cepat dan mudah untuk dilakukan.

  1. Tetapkan Hak Istimewa Administrator

Langkah yang pertama dalam menjaga keamanan pada jaringan Kamu adalah menetapkan dan menerapkan hak administrator,

mengelola siapa yang mempunyai otorisasi guna menginstal perangkat lunak, dan mengubah pengaturan konfigurasi sistem.

  1. Amankan Jaringan Pribadi Kamu

Banyak intranet atau jaringan pribadi terdiri dari sebagian LAN (jaringan area local) yang telah dirancang guna menghubungkan computer Kamu ke sumber daya, seperti printer, server, dan aplikasi lainnya.

Lacak fungsi bisnis departemen dari computer pengguna kembali ke server fisik yang menampung data mereka.

Desain jaringan Kamu harus memungkinkan pengguna untuk mempunyai akses ke informasi yang mereka butuhkan guna melakukan tugas mereka, tanpa memberi ijin untuk mengakses informasi lain yang tidak terkait dengan pekerjaan.

  1. Amankan Endpoint Dengan Mengonfigurasi

Dalam keamanan jaringan, keamanan titik akhir mengacu pada perlindungan jaringan pribadi di mana ia bersinggungan dengan jaringan publik.

  1. Konfigurasi Keamanan Umum Untuk Memproteksi Titik Akhir Ini Adalah DMZ (Zonademiliterisasi)

DMZ adalah sebuahjaringan computer dengan firewall dan sistem pencegahan lainnya yang dimasukkan untuk menjadi “zona yang netral” antara jaringan bagian pribadi perusahaan dan jaringan bagian publik luar.

Semua komunikasi yang masuk dan komunikasi keluar melewati firewall dan juga sistem pendeteksi deteksi untuk pencegahan intrusi sebelum itu masuk ke jaringan pribadi.

  1. Pantau Jaringan

Kamu dan penyedia keamanan siber Kamu harus menerapkan strategi pencatatan dan pemantauan jaringan.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memantau transmisi data yang tidak sah dan upaya akses yang tidak sah ke jaringan pribadi.

Sistem pendeteksi harus dapat nenyampaikan peringatan yang benar sesuai dan laporan terjadwal kepada personel yang bertanggung jawab.

  1. Menjaga Firewall

Firewall adalah solusi keamanan jaringan dasar. Mereka digunakan untuk memastikan bahwa hanya lalu lintas yang sesuai yang masuk dan keluar dari jaringan computer pribadi.

Selain menggunakan firewall untuk memproteksi jaringan pribadi dari Internet, firewall yang dipasang di jaringan pribadi juga dapat digunakan untuk mengelompokkan jaringan ke dalam domain keamanan terpisah yang mendukung lapisan pertahanan tambahan.

  1. Membangun Sistem Deteksi Dan Pencegahan Intrusi

Sistem deteksi intrusi (IDS) dan sistem pencegahan intrusi (IPS) dapat bekerja sama dengan firewall untuk menganalisis lalu lintas untuk menentukan apakah itu sah.

Produk IDS akan memberikan peringatan tentang lalu lintas tidak valid, sementara IPS akan memblokir lalu lintas.

  1. Lindungi Akses Jarak Jauh

Jika karyawan Kamu diizinkan mengakses jaringan pribadi Kamu dari jaringan jarak jauh, akses ini hanya boleh melalui firewall yang memproteksi jaringan pribadi Kamu.

Pilihan lainnya adalah dengan memanfaatkan Virtual Private Network (VPN) yang menggunakan enkripsi dan otentikasi multi-faktor untuk memberikan keamanan yang lebih besar.

  1. Isolasi Jaringan Area Lokal Nirkabel Tamu (Wlan)

Jika perusahaan Kamu mengoperasikan jaringan area lokal nirkabel (WLAN) untuk penggunaan pelanggan, tamu, dan pengunjung, penting untuk memisahkannya dari jaringan utama perusahaan.

  1. Gunakan Program Enkripsi

Saat digunakan secara betul, teknologi enkripsi secara virtual bisa mencegah file, direktori, atau disk jatuh ke orang yang tidak berwenang.

Tetapkan dan Praktekkan Rencana Kontinuitas/Pemulihan Bencana

Setelah Kamu menyelesaikan pemetaan dan mengamankan jaringan Kamu, nilai peralatan atau sistem penting dan evaluasi potensi dampak bisnis jika mereka gagal atau dilanggar.

Kesimpulannya yaitu, Mengamankan jaringan Kamu telah menjadi setara dengan mengunci pintu Kamu di malam hari.

Ini sama pentingnya dan sama mudahnya: yang Kamu butuhkan hanyalah kunci yang kokoh dan kunci yang tepat. Ambil mereka sekarang dengan mengikuti tips kami.

Perusahaan harus bersiap untuk hal yang tidak terduga dengan membuat Rencana Kesinambungan Bisnis dan Pemulihan Bencana yang komprehensif.

Leave a Comment

Your email address will not be published.